Dorong Pelaporan Padi Lahan Kering, BRMP Sulteng Diseminasikan Pemetaan Lahan Pertanaman Padi
Banggai, 06 Agustus 2025 - Dalam upaya mencapai swasembada pangan Pemerintah terus meluncurkan berbagai program, salah satunya adalah padi gogo. Untuk mendorong palaporan tanam padi gogo yang harus dilengkapi dengan poligon, maka BRMP Sulawesi Tengah selaku penanggungjawab Swasembada Pangan mendiseminasikan Pemetaan Lahan Pertanaman Padi menggunakan versi Web Gis dan Smartphone.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari pendampingan Program Strategis KEMENTAN ini dilaksanakan di Balai Desa Resarna, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai. Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan TNI, fungsional BRMP Sulawesi Tengah, serta tenaga fungsional Penyuluh dari Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan, Mantoh, Lamala dan Lobu serta perwakilan petani penerima bantuan benih padi gogo.
Koordinator BPP Balantak Selatan Markus Sesa Lempangan, SP., mengapresiasi BRMP Sulawesi Tengah yang telah hadir di Balantak Selatan untuk menyampaikan materi terkait poligon. Menurutnya, materi tersebut merupakan salah satu inovasi teknologi yang sangat ditunggu oleh penyuluh, terutama karena tuntutan saat ini pelaporan harus melampirkan hasil poligon.
Muchtar, SP, MP., selaku narasumber dari BRMP Sulawesi Tengah dalam materinya memaparkan tentang pemetaan lahan pertanian, baik menggunakan aplikasi Web Gis maupun dengan Smartphone. Dijelaskan Muchtar, aplikasi Web Gis dan Smartphone (ArcGIS Field Maps) sebagai alat utama dalam pengumpulan data spasial di lapangan. Aplikasi ini mampu beroperasi secara online maupun offline, sehingga sangat sesuai untuk kondisi geografis Indonesia yang memiliki tantangan konektivitas di beberapa wilayah, termasuk wilayah penerima bantuan/pengembangan padi gogo yang menerima bantuan beberapa waktu lalu.
Dalam sesi pemaparan materi, para peserta juga sekaligus diajar melakukan praktek secara langsung membuat poligon menggunakan smartphone, baik secara online maupun offline serta Web Gis.
Antusias yang tinggi dari para peserta terlihat dari aktifnya peserta saat praktek membuat poligon latihan dan sesekali bertanya terkait penggunaan poligon ini.
Adanya pengetahuan tambahan terkait proses pemetaan lahan ini, para penyuluh diharapkan dapat segera membuat poligon penanaman padi lahan kering dari bantuan tahun 2025.